Rabu, 20 Maret 2013

Tulisan 5

 HARGAILAH WANITA


Untuk para Akhy..... 

Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, ia pun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.

"Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya," keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:

"Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak

KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman

KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia

KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi

KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian

KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian

KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia

KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan

Tapi jika suatu saat ia menangis...

Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.

"Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. "Aku akan membantumu menghapus luka batin itu..."

--- JADI => Jangan pernah menyakiti wanita...


SUMBER :



Tulisan 4

MUSUH JADI SAHABAT, SAHABAT JADI MUSUH
Oleh Imel

Sahabat...
dulu engkau yang selalu bersama ku
menemaniku dikala aku sedang kesepian
menolong ku disaat aku dihadapi cobaan
mengingatkan ku diwaktu aku hampir melakukan hal yang salah

Tapi mengapa engkau jadi begini
kau tak lagi ada saat aku membutuhkanmu
kau tak lagi menolong ku
kau tak ada lagi di sisi ku

Sekarang engkau telah bersama dia
musuh ku
musuh kita dulu
engkau telah menghianati persahabatan kita

Dengan berat hati aku harus melupakanmu
melupakan kenangan kita
dan memulai hidup kita
sebagai MUSUH

Tapi mengapa engkau harus begini
membuka semua rahasia yang sudah kita simpan dengan rapat
hanya kita berdua yang tau
mengapa engkau tega melakukan semua ini

Apakah kau tak ingat siapa yang menolong mu?
apakah kau tak tau siapa yang mendukung mu?
apakah kau lupa, aku yang sering mengingatkan mu?
aku juga yang selalu menemanimu

Kau tak pernah tau betapa sakitnya hati ini
sekarang kau menghina ku
memfitnah ku
kau tak pernah menyadari kesalahan mu
kau selalu ingin menang sendiri
kau munafik
tanpa berdosa kau mencemoohku
betapa banyak bualan mu itu?

Kau memang tak pernah menyadarinya
dan kau tak akan bisa berubah sebelum kau tau apa yang t'lah kau perbuat
tak kan ada yang mau bersamamu jika kau terus begini
hentikan sifat burukmu itu!
semoga kau mengerti

sumber : http://www.lokerpuisi.web.id/2012/06/musuh-jadi-sahabat-sahabat-jadi-musuh.html


Tulisan 3

CERPEN : PAHITNYA PENGHIANATAN ITU

Namaku adalah Nada , aku bersekolah disalah satu SMA di bandung . kata org sih aku ini orgnya ceria and baik . aku punya seorang kekasih namanya Raka dan satu orang sahabat namanya Dea .... aku berpacaran dengan Raka sejak aku kelas 2 SMP hingga aku kelas 2 SMA dan tak terasa hubungan kami sudah berjalan 4 tahun dari dulu hingga sekarang kami berdua selalu satu kelas ,begitupun dengan Dea aku selalu satu kelas juga dengannya karena Dea adalah sahabat aku sejak kecil.

Hari-hariku ku jalani bersama Raka aku sayang banget sama Raka dia tidak pernah mengecewakanku dia selalu ada untukku . bahkan dia selalu ingat hari ulang tahunku dan hari jadian kami berdua . setiap tahun kami berdua selalu merayakan hari ultahku dan hari jadian kami secara bersamaan karena hari jadian kami tepat pada hari ulang tahunku .


Hubungan kami berjalan baik komunikasi kami selalu lancar. hingga pada suatu hari aku mulai merasakan perubahan Raka , dia sekarang jarang sms aku apalagi nelpon aku , di kelas dia suka melamun dan tak menghiraukan aku , dan yang lebih mengherankan lagi Raka sekarang lebih dekat dengan Dengan Dea dibandingkan denganku . tapi segera aku buang jauh-jauh pikiran itu , mungkin saja Raka sibuk sehingga dia sempat sms atau nelpon aku , dan kedekatan Dea dengan Raka itu hanya sebatas teman ..

Malam ini aku begitu gelisah karena menunggu balasan sms Raka , aku telpon gak diangkat . kucoba untuk mengsms Raka kembali
'' sayang kok sms aku gak dibales , kamu sibuk ya ??? ''
begitulah bunyi smsku yang ku kirim kepada Raka
lama sekali aku menunggu balasannya hingga pada akhirnya aku tertidur ..

Hari ini adalah hari minggu , biasanya setiap hari minggu aku dan Raka selalu jalan-jalan ke pantai atau ke alun-alun kota . akupun berniat untuk mengajak Raka ke pantai. aku langsung menghubungi Raka
'' tut...tut " bunyi sambungan
" hallo sayang " terdengar suara Raka
"ia hallo , sayang kita ke pantai yuk , kan hari ini hari minggu" jawabku dengan bahagia karena sudah lama aku tidak bicara dengan Raka
"maaf ya sayang aku gak bisa soalnya aku lagi sibuk disuruh Om Darma ngetik dokumen"
Jawab Raka
"oh... ya sudah gak papa kok sayang , lain kali aja ' ya udah kamu ketik aja dokumennya ... beyyy.." jawabku langsung menutup telpon .
lagi-lagi aku harus menerima kenyataan yang seperti ini ..
ada apa dengan raka mengapa dia sekarang berubah sikapnya sama aku Raka yang dulu sudah tidak ada lagi yang ada hanya ada Raka yang tak peduli lagi terhadapku...
aku yang tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri ke pantai ...
Sesampainya di pantai aku langsung disambut oleh hembusan angin yang menyejukkan hatiku yang memang saat ini dalam keadaan kacau , dan ditambah lagi pemandangan-pemandangan yang indah , dan suara ombak pantai yang syahdu .. karena hari ini hari minggu jadi pengunjungnya banyak ..
aku brjalan di tepi-tepi pantai tanpa arah dan tujuan sambil mengingat masa laluku bersama raka di pantai ini ....
hingga akhirnya langkah-langkah ku terhenti saat melihat dua orang yang tak asing lagi di mataku berjalan layaknya seorang kekasih sambil bergandengan tangan .
betapa terkejutnya ketika mengetahui dua orang kekasih itu adalah sahabtku dan kekasihku sendiri . aku benar-benar tak percaya denngan semua ini , ternyat sahabatku sendiri yang telah membuat Raka berubah akhir-akhir ini , kenapa dea bisa begitu tega melakukan semua ini terhadapku sahabat yang aku kenal sejak kelas 1 SD , dan kenapa Raka bisa menyukai Dea sahabatku dendiri .. apa salahku , apakah aku kurang perhatian , tapi aku rasa tidak , aku selalu perhatian sama raka , bahkan pada saat raka sakit aku rela bangun dari tidurku tengah malam untuk membelikannya obat dan datang ke rumahnya ...

Aku tak sanggup lagi menahan air mataku , tiba-tiba Raka melihatku ia serontak saja kaget dan langsung melepaskan tangannya dari dea
"Nada" raka berkata dengan gugup
"jadi ini yang loe bilang lagi sibuk "
"nad aku bisa jelasin semua ini" kata raka
"jelasin apalagi semuanya sudah jelas , loe tu udah ngebohongin gue , apa salh gue sama loe , selama ini gue udah berusaha menjadi kekasih yang baik buat loe selama 4 tahun ini , tapi apa yang loe lakuin ke gue loe malah ngianatin gue , dan loeDea gue gak nyangka ternta loe tu musuh dalam selimut ' punya dendam apa loe ama gue "
kata-kataku terlontar begitu saja tanpa aku sadari
"maafin gue Nad" dea berkata sambil tertunduk
"maaf loe bilang , semudah itu loe bilang kata maaf ; loe pikir semudah itu buat maafin loe"
"ia gue tau tapi mau gie mana lagi gue udah terlanjur syang sama raka gue udah berusaha menghilangkan rasa cintaku sama raka tapi gue gak bisa , begitupun dengan raka gue syang raka dan raka juga sayang sama gue kami berdua saling mencintai" tutur dea
"raka benarkah yang dikatakan dea itu ???"
"nad maafin gue,sebenarnya gue sayang ama loe dan gue juga sayang ama dea gue bingung nad"
"oke kalo loe gak bisa milih antara gue dan dea mending gue aja yang pergi , gue gak bisa kayak gini , makasih atas cinta loe selama ini ama gue , sampai kapanpun loe gak akan pernah mengerti rasa sakit ini "
"maafin gue nad"

Akupun berlari meninggalkan dea dan raka yang telah menyakitiku . aku benar-benar hancur saat ini kenapa ini bisa terjadi , kini persahabatanku dengan dea telah berakhir dan hubunganku dengan raka juga sudah berakhir , rasanya menyakitkan sekali harus kehilangan dua orang yang aku sayangi , tapi mereka juga yang telah melukaiku aku tak tau harus memulai dari mana hari-hariku tanpa kehadiran raka , hubungan yang kurajut selama 4 tahun berakhir menyakitkan...

Kini hari-hariku kujalani seratus delapan puluh derajat berbeda dengan yang duluaku pindah ke sekolah lain agar aku dapat melupakan kejadian itu , dan aku juga memulai lembran baru tanpa raka dan dea ... kini aku menjadi wanita yang cuek dan tak mau lagi mengenal pacaran dan persahabatan ....

Biarlah aku seperti ini aku yakin seiring berjalannya waktu pasti suatu saat kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya . dan luka itu akan hilang dihapus waktu ....

TAMAT

SUMBER : http://www.jawarabanten.com/2013/01/pahitnya-penghianatan-itu-cerpen-cinta.html


Tulisan 2

CERPEN : ARTI KASIH SAYANGMU BAGIKU

Hai sobat…
Perkenalkan, namaku Mawar Rizqi Imanda. Ibuku adalah pemilik butik ternama di Bandung dan ayahku juga merupakan salah satu pengusaha terkenal di Bandung. Aku mempunyai saudara kembar yang bernama Melati Rizqi Amanda. Kami sekarang duduk di bangku SMA Tunas Bangsa kelas 3. Aku masuk kelas 3 IPS sedangkan Melati duduk di kelas 3 IPA. Perlu kalian ketahui sobat, biarpun kami kembar tapi kami punya karakter dan sifat yang berbeda 180o. Aku yang cenderung tomboy, cerewet, nakal, manja, kasar, dan pemalas berbeda sekali dengan Melati yang lebih dewasa, baik, sopan, ramah, rajin, mandiri, dan tentunya cantik dan pintar. (Eh, tapi aku juga gak kalah cantik dan pintar kok,, hhe). Tapi aku akui, Melati itu lebih pintar dariku. Makanya Ia bisa masuk kelas IPA. Melati itu orangnya pendiam dan gak banyak bicara. Dan itu membuat cowok-cowok satu sekolah mati penasaran karnanya. Sudah banyak cowok yang ngedeketin Melati, tapi setahuku selalu ditolak dengan alas an pengen fokus sekolah. Padahal cowok yang ngedeketin Melati tuh gak cuma ganteng n keren tapi juga juara kelas. Bahkan salah satu cowok paling popular dan udah berkali-kali mewakili sekolahpun bernasib malang kayak yang lain, alias ditolak juga. 

Huft……… bener-bener deh…
Tapi aku sangat bangga punya saudara kayak Melati. Amat sangat bangga sekali… Hhe,, lebay...
Sampai suatu ketika, ada anak baru pindahan dari SMU Tunas Mulia Surabaya, namanya Reza. Wajahnya yang ala-ala Korea itu bikin murid-murid cewek satu sekolah klepek-klepek, termasuk aku. Tapi pengecualian buat si Melati. Postur tubuh yang tinggi dengan kulitnya yang putih persis kayak orang Korea itu menambah pesona bagi murid cewek. Wow…
Tapi sayangnya Reza tidak sau kelas denganku. Ia satu kelas dengan Melati. Awalnya aku sedikit putus asa karena Reza tidak satu kelas denganku, tapi mulai muncul secercah harapan di benakku. Aku pikir, Melati bisa membantuku mendekati Reza. Ya… aku mulai lega akan hal itu.

Awalnya Melati setuju akan rencanaku dan bersedia membantuku. Akupun sering pergi jalan dengan Reza atas bantuan Melati. Ia juga mendukungku. Tapi lama-kelamaan aku merasa Reza lebih dekat dengan Melati daripada aku. Walaupun selama ini Melati tidak pernah tertarik dengan urusan cowok, tapi aku mulai merasa takut jika Melati juga menyukai Reza. Karena sepertinya Melati lebih terbuka jika dengan Reza. Bahkan Ia sempat berkata padaku,
“Mawar, ternyata Reza itu beda ya…,” tiba-tiba Melati mengatakan hal yang tak pernah kuduga sebelumnya. Tapi aku berusaha menanggapinya dengan sewajarnya.
“Iya… Tapi kenapa tiba-tiba kamu ngomong gitu sih? Bukannya selama ini kamu paling ogah sama urusan cowok ya?!”tanyaku menyelidik.
“Uhm,,, emangnya aku salah ya, kalau aku juga pengen punya temen cowok. Selama ini kan, aku selalu menutup diri”.
“Gak salah sih… Cuma aneh aja. Tapi ya udah lah, gak usah dipikirin. Aku ngantuk nih, tidur duluan ya…,”ucapku seraya membalikkan tubuhku memunggungi melati.
“Hm…”.

Setelah itu percakapan berakhir. Aku sempat melihat Melati tersenyum sendiri membayangkan sesuatu yang entah apa itu. Aku berpikir positif saja. Aku rasa hal itu wajar-wajar saja bagi remaja SMA. Tapi semakin lama, aku melihat Melati sering jalan berdua dengan Reza. Mereka juga kelihatan enjoy satu sama lain. Aku mulai merasa iri dengan Melati. Tapi aku selalu mencoba menghilangkan rasa iri itu. Karena bagaimanapun juga Melati adalah saudaraku. Tidak mungkin Ia tega menyakitiku, terlebih dia tahu kalau aku menyukai Reza. Dan puncaknya adalah pada malam itu…
“Melati, aku pengen ngomong jujur sama kamu,”ucap Reza tampak serius.
“Mau ngomong apa, Za? Serius banget…,” tanya Melati dengan senyum khasnya itu.

Perlahan Reza memegang tangan Melati,,,
“Mel, sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu. Aku pengen hubungan kita lebih dari sekedar teman atau sahabat.”

Deg...
Aku yang saat itu sedang mencari udara segardi luar tidak sengaja mendengar percakapan itu. Aku tertegun... Kakiku serasa lemas dan sulit digerakkan. Air mataku jatuh tak terbendung. Namun, aku berusaha tenang karena Melati belum memberikan jawaban.
“Kamu bercanda kan, Za? Aku tau Mawar itu suka sama kamu... Mana mungkin aku bisa melakukan itu?!” Melati mulai terisak menahan tangis.
“Aku tau Mel... Tapi kamu gak bisa paksa aku buat suka sama Mawar. Aku yakin Mawar bisa dapetin yang lebih dari aku. Aku juga yakin dia gak akan marah kalau kamu terima aku,” kata-kata Reza mulai membuatku teriris. Orang yang kusukai ternyata menyukai saudaraku sendiri.
“Tapi, gimana kalau Mawar marah dan jadi benci sama aku?! Aku sayang sama dia. Aku gak mau buat dia sedih. Mawar sangat berarti buat aku, Za...,” ucap Melati semakin terisak.
Reza langsung memeluk Melati. Aku yang saat itu sedang terpukul dan gundah tidak begitu mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Melati. Perasaanku yang bercampur-aduk ini membawaku melangkah mendekati mereka.

Aku yang terbawa emosi langsung menarik Melati dari Reza hingga membuatnya terjatuh. Melati yang menyadari keadaanku saat itu tersentak kaget.
“Mawar?! Kenapa kamu dorong aku? Kamu harus denger penjelasan aku dulu...,” Melati mencoba bangkit untuk berdiri.
“Penjelasan apa lagi, Mel?! Kamu tau kan kalau aku suka sama Reza! Kenapa kamu lakuin ini ke aku?! Diam-diam kamu juga suka kan sama Reza?!” emosiku meledak-ledak.
“Enggak Mawar... Kamu denger dulu...”
“Halah... Harusnya kamu bilang dari dulu, Mel. Jadi aku gak akan ngerasain sakit ini,” aku mmotong ucapan Melati.
Setelah aku berdebat hebat dengan Melati, aku berlari tanpa menyadari ada mobil yang sedang melaju dengan kecepatan penuh, dan...

Braakkk....
“Melatiii......,” suara Reza terngiang di telingaku.
Aku baru sadar jika Melati mendorongku ke pinggir jalan sehingga Ialah yang tertabrak mobil itu. Tubuhku gemetaran... Aku berusaha mendekat ke arah Melati.

Dengan terbata-bata, Melati sempat berkata sesuatu padaku,
“Mawar,, maafin aku ya... Aku gak bermaksud menyakiti kamu...,” aku menangis sambil memegang tangan Melati.
“Iya Mawar,, sebenarnya tadi Melati nolak aku dan itu demi kamu...,” Reza juga ikut menjelaskan dengan suara parau.
“Jadi... kalian gak jadian?” tanyaku kaget.
“Enggak Mawar...,” kata Melati terbata-bata.

Setelah semuanya jelas, aku sangat menyesal telah menuduh Melati yang bukan-bukan. Aku menangis sejadi-jadinya dan minta maaf padanya. Tak lama kemudian ayah dan ibu datang bersamaan dengan ambulance. Pada saat yang bersamaan Melati mengucapkan kata-kat terakhirnya,
“Ayah, ibu, Mawar, Reza... Makasih buat semuanya ya... Kalian sangat berarti di hidupku...”

Melati menghembuskan nafas terakhirnya. Walaupun berat, kami semua berusaha mengikhlaskan kepergian Melati.
“Melati... Biarpun raga kita jauh, tapi hati kita tetap satu... Aku janji akan menjadi orang yang lebih baik dari ini. Kami disini menyayangi Melati... Selamat jalan... Semoga kau tenang dan bahagia disana...”.
Itulah kata-kata terakhir yang sempat kuucapkan. Sejak saat itu, aku mulai mengerti dan menyadari bahwa Melati sangat menyayangiku. Kasih sayangnya begitu besar untukku. Seorang saudara yang mengasihiku lebih dari apapun. Saudara yang akan selalu kukenang sampai akhir hayatku. Dan karnanya, aku bisa menjadi orang yang lebih baik dan mengerti akan arti kasih seorang saudara itu... Thanks Mel...

-End-

Tulisan 1

CERPEN : MENANTI KABAR AYAH

Aku duduk menantang angin malam, sendirian. Ini sudah malam ke-empat aku termangu di balkon rumahku, menunggu Ayah.

Ayahku pergi lima hari yang lalu kesuatu tempat di luar kota, dan dua hari setelah keberangkatan Ayah, terjadi gempa hebat yang meluluhlantahkan hampir seluruh daerah di kota kecil itu, kota tempat tujuan Ayah.
Hampir seluruh tetangga iba melihatku, anak laki-laki pincang berusia 10 tahun yang hampir sepekan ini menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu kabar kepastian sang ayah.
***

Pagi ini adalah hari kesembilan setelah berita kejadian gempa itu, namun aku belum mendapatkan kabar tentang Ayah. Setelah menyuapi ibu sarapan pagi, aku kembali melakukan ritual yang sudah lebih dari sepekan ini aku lakukan, memeluk lutut di balkon rumahku, tak sabar menanti kepastian kabar Ayah.
Setiap hari, jantungku berdetak berkali-kali lebih cepat jika mengingat betapa dahsyatnya gempa itu. “Apakah Ayah selamat? Atau….” Kalimat semacam itu yang selalu membanjiri hampir seluruh isi kepalaku. Lalu seutas doa terpanjat dalam hatiku, selalu, kemudian kuamini.

Kadang, tubuhku bercucuran keringat dingin, itu ketika aku mengingat masa-masa bersama Ayah. Aku gelisah. Mengapa aku belum juga mendapat kabar tentang Ayah? Lalu seperti biasa, sebait harapan kupanjatkan pada Yang Maha Kuasa.
Tiba-tiba ada keramaian yang membuyarkan lamunanku. Rangkaian kenangan tentang Ayah terurai seiring semakin kencangnya suara sirine ambulance.
Tepat di depan rumahku, sebuah mobil putih berhenti. Tiba-tiba jantungku berdetak sangat cepat, tak terkendali. Denyut nadiku tak berirama lagi. Tanganku gemetar, dan basah.
Sudah sembilan hari aku menunggu, dan akhirnya aku akan melihat lagi wajah Ayah. Aku yakin, sangat yakin bahwa Ayah ada didalam mobil putih itu.

Sambil mencoba mengatasi segala macam kekacauan yang kurasakan, aku setengah berlari menuruni jajaran anak-anak tangga yang entah mengapa terasa lebih banyak dari biasanya.
Aku membuka pintu depan. Sepertinya aku sudah ditunggu.
Entah dengan ancang-ancang atau tidak, seorang wanita memelukku erat, sangat erat. Sampai-sampai luka dibagian punggungku yang sudah hampir sembuh, terasa sakit kembali saat wanita itu mengelus-elusnya sambil samar-samar berkata “Sabar ya! Kamu yang sabar!” ditengah-tengah isakannya. Aku merasa ada yang menetes di dahiku, air mata wanita itu rupanya.

Wanita itu melepas pelukannya, tapi akupun tak melakukan apa-apa selain berdiri di depan wanita yang merupakan tetangga terdekatku tadi. Aku menyapu sekeliling rumah dengan pandanganku, ada banyak sekali warga. Wajah mereka murung, sedih, dan bahkan ada beberapa yang pipinya dibasahi air mata.
Kini jantungku seperti berhenti berdetak. Pikiranku mulai menerka-nerka apa yang kira-kira terjadi pada Ayah. Entah bagaimana mimikku saat ini, aku bahkan tak sempat mengaturnya.
Sejurus kemudian, lewatlah empat orang pria berpakaian putih. Sepertinya para perawat. Mereka membawa… errr… entahlah, aku tak tahu apa nama besi persegi panjang itu, tapi aku tahu diatasnya terdapat seseorang yang seluruh tubuhnya ditutupi selimut. Apakah itu Ayah? Bahkan aku masih bertanya-tanya.
Wanita tadi lalu menuntunku masuk ke dalam ruang tamu rumahku yang saat ini sangat ramai, kontras dengan hatiku yang hampa.
Aku duduk tepat disamping seseorang yang berbaring itu. Pikiranku kosong sesaat, bahkan aku seperti tidak bisa merasakan apa-apa.

Perlahan, wanita tadi membuka selimut yang menutupi wajah… Ayah! Dia benar-benar ayahku! Salah satu korban gempa yang dinyatakan tewas. Wajahnya sangat pucat dan dipenuhi luka-luka mengerikan.
Walaupun aku sudah sempat menerka-nerka, tetap saja berbeda saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri wajah Ayah. Ayahku kini hanya tinggal jasad. Nafasku sepertinya berhenti.
Entah apa yang menjadi pemacu otot-ototku, aku berdiri dan pergi menerobos kerumunan orang-orang yang kutahu pasti merubah pandangannya terhadapku, dari iba, menjadi heran.

Tapi aku tak peduli. Seperti halnya aku tak peduli dengan keadaan tubuhku. Aku tak merasa pincang kali ini, semua luka-luka ditubuhku pun hilang sakitnya. Kurasa, aku mati rasa.
Ah, persetan dengan apa itu yang disebut rasa. Aku terus berlari menuju kamar paling belakang, tempat ibuku berada. Aku tau rumahku memang cukup besar, tapi sepertinya jarak antara ruang tamu dan kamar ibuku tidak sejauh ini. Kali ini jarak kedua ruangan itu, entah mengapa, jauh lebih jauh.

Aku sampai. Lalu masuk kedalam ruangan besar itu. Sambil mengatur nafas, aku berjalan menuju ke salah satu sudut kamar, tempat dimana ibuku duduk lemas disana.
“Ibu…” panggilku pelan sesaat setelah kakiku berhenti melangkah, aku berada kira-kira 1 meter di depan Ibu.
Ibu menatapku kosong.
Kuhela nafas panjang. “Dia sudah pulang,” ucapku kemudian.

Mata Ibu melebar, walau tetap kosong. Wajahnya terangkat. Aku tahu ia sangat terkejut mendengar kabar yang aku berikan. Tampak sedikit kecemasan dari raut wajah pucat pasinya.
“Tanpa nyawa…” aku melanjutkan kalimatku. “Dia… tewas.” Titik. Aku tahu Ibu tak memerlukan penjelasan apa-apa lagi.
Wajah cemas Ibu seketika berubah cerah saat seutas senyum lega menghiasi wajahnya.
Aku pun tersenyum, sama lepasnya dengan senyum Ibu. Senyum yang sudah sangat lama tak nampak diwajahku, ataupun Ibu.
Jujur, aku tidak pernah sebahagia ini. Terlebih bisa melihat wanita yang selama ini menanggung perih yang sangat dalam, akhirnya tersenyum.

Aku menghampiri kursi roda Ibu dan mendoronnya keluar kamar, menuju ruang tamu.
“Gak sia-sia penantian kita, Bu. Akhirnya Tuhan mengabulkan doa kita. Mulai hari ini, hidup kita bebas dari manusia laknat itu,” ucapku pada seorang wanita paruh baya yang cacat dan buta, karena kelakuan setan sang suami.

Selasa, 19 Maret 2013

Tugas 1 ( proses penalaran dalam berbahasa )



TUGAS 1 (Proses Penalaran Dalam Berbahasa)

Penalaran adalah proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Menurut prosesnya, penalaran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, penalaran induktif dan penalaran deduktif.Penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran itu.


1. Penalaran Induktif

Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi.

Contoh :

Suatu lembaga kanker di Amerika melakukan studi tentang hubungan antara kebiasaan merokok dengan kematian. Antara tanggal 1 Januari dan 31 Mei 1952 terdaftar 187.783 laki-laki yang berumur antara 50 sampai dengan 69 tahun. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang kebiasaan merokok mereka pada masa lalu dan masa sekarang. Selanjutnya keadaan mereka diikuti terus menerus selama 44 bulan. Berdasarkan surat kematian dan keterangan medis tentang penyebab kematiannya, diperoleh data bahwa diantara 11.870 kematian yang dilaporkan 2.249 disebabkan kanker. Dari seluruh jumlah kematian yang terjadi ( baik pada yang merokok maupun yang tidak ) ternyata angka kematian di kalangan pengisap rokok tetap jauh lebih tinggi daripada yang tidak pernah merokok, sedangkan jumlah kematian pengisap pipa dan cerutu tidak banyak berbeda dengan jumlah kematian yang tidak pernah merokok.
Dari bukti-bukti yang terkumpul dapat diketahui bahwa asap tembakau memberikan pengaruh yang buruk dan memperpendek umumr manusia. Cara yang paling sederhana untuk menghindari kemungkinan itu ialah dengan tidak merokok sama sekali.

· Generalisasi

adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual ( khusus ) menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.

→ Macam – macam generalisasi :

a) Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.

Contohnya setelah kita memperhatikan jumlah hari pada setiap bulan tahun Masehi kemudian disimpulkan bahwa Semua bulan Masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31. Dari penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu jumlah hari pada setiap bulan kita selidiki tanpa ada yang kita tinggalkan. Generalisasi macam ini memberikan kesimpulan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tentu saja tidak praktis dan tidak ekonomis.

b) Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
Contohnya setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka gotong royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.



· Analogi

adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan /referensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensisal penting yang bersamaan.

· Hubungan Kausal

adalah cara penalaran yang diperoleh dari peristiwa-peristiwa yang memiliki pola hubungan sebab akibat. Salah satu variabel (independen) mempengaruhi variabel yang lain (dependen).

Contohnya : kemarin farah tidak mengikuti pelajaran mata kuliah bahasa Indonesia, karena farah sedang sakit.

2. Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif adalah Cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.

Faktor-faktor penalaran deduktif :

· Terdapat pada kalimat utama

· Penjelasannya berupa hal-hal yang umum

· Kebenarannya jelas dan nyata

Contohnya :

Setiap hari terutama pada pagi hari terjadi kemacetan di Jakarta dikarenakan terlalu banyak kendaraan yang menuju daerah Jakarta dan semakin banyaknya para pegawai yang bekerja dijakarta memakai kendaraan pribadi.

· Premis

adalah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.Kemudian premis dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).

· Silogisme

adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi ( pernyataan ) dan sebuah konklusi ( kesimpulan ).

Contohnya : Barang siapa melanggar peraturan harus dihukum, Ia melanggar peraturan Ia harus dihukum.

· Entimem

adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme. Tetapi di dalam entimem premisnya dihilangkan / tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

· Proposisi

adalah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah.Proposisi merupakan suatu kegiatan rohani baik menyuguhkan atau mengingkari. Contohnya : Proposisi yang menyuguhkan “Semua orang Negro hitam” dan proposisi yang mengingkarinya “Semua orang Negro tidak hitam”.

· Term

suatu kata atau kelompok kata yang menempati subjek (S) dan predikat (P). Tidak semua kata adalah term , meskipun setiap term itu adalah kata atau kumpulan kata pada dirinya sendiri merupakan ekspresi verbal dari pengertian, dan bahwa tidak semua kata pada dirinya sendiri sebagai subyek atau predikat didalam suatu proposisi.



Sumber :

http://wind486.wordpress.com/2010/04/02/32/

http://lilik-sulistyo-3ka28.blogspot.com

Tugas 2 ( analisis dan metode ilmiah )


TUGAS 2 ( Analisis Kasus & Metode ilmiah)

METODE ILMIAH
Metode Ilmiah adalah proses kegiatan ilmiah (pengumpulan dan penyusunan bahan tulisan) ini meliputi :

a. Studi kepustakaan Untuk membuat karya ilmiah, langkah awal yang harus dilakukan adalah studi kepustakaan. Namun, sebelum melakukan studi pustaka, kita menentukan topik apa yang kira-kira akan kita teliti. Kita bisa mencari berbagai sumber bacaan dari buku-buku maupun jurnal-jurnal yang ada. Sesudah menemukan berbagai pustaka yang sesuai dengan topik yang akan diteliti, kita mulai merangkum inti tulisan (annotated bibliography) dari tiap kepustakaan. Dalam membuat anotasi pustaka, sebaiknya data-datanya ditulis lengkap : – Nama pengarang, tahun terbit, judul tulisan/buku, nama penerbit, kota penerbit, edisi keberapa. Bila ada kutipan, diambil dari halaman berapa. – (untuk jurnal) nama pengarang, tahun terbit, judul karangan, nama jurnal, nomor, volume, dan nomor halaman harus disebutkan secara lengkap dan benar.

b Perumusan ide/ permasalahan, yang merupakan bagian dari pengantar Perumusan masakah yang baik harus diberi konteks sebelum masalah dipaparkan dan alasan penelitian dikemukakan. Yang dimaksud konteks disini adalah penggambaran latar belakang sampai timbulnya permasalahan. Perumusan permasalahan memuat alasan mengapa penelitian perlu dilakukan, dan biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan.

c. Perumusan hipotesis Hipotesis dirumuskan berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan hasil penelitian yang diharapkan. Menurut (Loeke, Spirduso,dan Silverman, 1987; dalam Rudestam & Newton, 1992), hipotesis yang baik harus : o Bebas dari kedwiartian (arti ganda) o Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih o Berimplikasi tes empirik

d. Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dibuat dalam proposal/ usulan penelitian. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki, menambah, dan mengurangi variabel yang akan dikumpulkan selama penelitian. Sebaiknya perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dilakukan dengan membuat tabel-tabel. Hal ini akan membantu format pengumpulan data dan pemasukan data ke komputer sebagai data base yang akan diolah lebih lanjut Sumber : Ronny Kountur, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis; PPM Jakarta. LAPORAN ILMIAH Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.

1.1. Masalah yang dibahas dalam tulisan ilmiah dapat berupa : a. Hasil penelitian. b. Hasil pengamatn. c. Pengalaman nyata. d. Hasil pemikiran.

1.2. Jenis Laporan Ilmiah.

a. Laporan Lengkap (Monograf). Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah. Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi- materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas (Summary Report). Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).
1.3. Sistematika Laporan Ilmiah.
a. Judul.
b. Daftar Isi.
c. Prakata.
d. Pendahuluan.
e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
f. Pengutipan.
g. Referensi.
h. Catatan Kaki.
i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.
j. Bibliografi.
k. Lampiran.
l. Indeks.

Sumber : Bahasa Indonesia yang Lugas dalam Lapisan Teknis, karangan : E. Zaenal Arifin, penerbit : Akademika Presindo Jakarta

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Cara paling mudah untuk menjelaskan metodologi adalah berdasarkan kronologi penelitian. Akan tetapi teknologi belum tentu harus diikuti, terutama bila ada metode yang berhubungan yang harus dijelaskan bersama-sama (Day, 1979). Yang perlu diingat, apapun metodologi penelitian yang kita pakai, harus kita paparkan. Dalam menjelaskan metodologi penelitian, kita harus memperhatikan reliabilitas dan validitas. Reliabilitas adalah kemampuan mengukur untuk mendapatkan hasil-hasil yang konsisten. Sedangkan validitas menunjukkan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur apa yang pokok-pokok untuk diukur (Rudestam & Newton, 1992).

UNSUR POKOK
RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1. Bagian Awal
a. Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
b. Identitas penyusun rancangan.
c. Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.
• Bagian Utama Bagian utama meliputi :
a. Rasional dari judul yang dipilih.
b. Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
c. Tujuan dan kegunaan penelitian. d. Kerangka pemikiran teoritis.
e. Rancangan hipotesis, jika dipakai.
f. Metode penelitian.
g. Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi.
h. Jadwal penelitian.
2. Bagian Akhir
a. Daftar pustaka sementara.
b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

ISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN

A. Bagian Awal

1. Judul Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti.
Di bawah judul ditulis kalimat : Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi
2. Identitas Penulis Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
3. Tanggal Pengajuan, ditulis :
• Bagian Utama
1. Perumusan Masalah Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain. Didalam perumusan masalah inilah akan terlihat kesiapan akademik penyusunan rancangan usulan penelitian itu.
Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.

b. Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.

c. Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar. 2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

3. Kerangka Pemikiran Teoritis Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.

4. Hipotesis Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.

5. Metode Penelitian Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b. Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c. Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
d. Bahan-bahan yang akan dipakai, kalau ada.
e. Alat-alat perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada.
f. Teknik atau model analisis yang akan dipakai.
g. Rancangan aturan-aturan untuk menerima atau menolak hipotesis.

6. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya.
Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
a. Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan. b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan. c. Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing. Bagian Akhir 1. Daftar Pustaka Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
a. Untuk buku :
1. Nama penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul buku
4. Nama penerbit
5. Tempat penerbitan.

b. Untuk jurnal :
1. Nama penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul tulisan
4. Nama jurnal
5. Jilid ( dan nomor )
6. Halaman.
c. Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
d. Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Daftar Riwayat Hidup Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Nama lengkap dan derajat akademik
b. Tempat dan tanggal lahir
c. Pangkat dan jabatan
d. Riwayat pendidikan tinggi e. Karya ilmiah
f. Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan g. Penghargaan ilmiah, bila ada.


Dalam penulisan kali ini saya akan membahas tentang bagaimanakah proses penulisan metode ilmiah itu, dan mencoba mengaitkannya dengan contoh kasus yang ada.
*       
*      Pengertian Metode Ilmiah
*      
Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisisnyang ada dan sangat jelas. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.

Kriteria Metode Ilmiah

1. Berdasarkan Fakta

Semua keterangan dan penjelasan yang ingin diperoleh dalam penelitian untuk keperluan analisis haruslah berdasarkan data-data di lapangan yang orisinil atau asli serta fakta-fakta yang nyata. Tidak diperkenankan sama sekali keterangan dan penjelasan yang didapat adalah berdasarkan perkiraan, mitos, kemungkinan-kemungkinan dan sebagainya. Bila hal ini dilakukan maka hasilnya tentunya bukan lagi sebuah kebenaran ilmiah, dan tentu saja cara yang seperti ini juga bukan merupakan suatu cara yang dapat disebut dengan metode ilmiah.

2. Tidak ada prasangka

Cara yang ditempuh untuk mencari kebenaran atau pengetahuan harus bersifat bebas dari adanya prasangka di dalamnya. Semua pertimbangan harus dilakukan dengan pikiran jernih tanpa ada pertimbangan yang subyektif. Pembuktian dan pengambilan kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan penjelasan atau bukti yang nyata dan objektif. Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya, menunjukan bahwa ada ketidak sesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil haruslah merujuk kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak disukai oleh pihak pemberi dana.

3. Terdapat analisis

Semua data dan fakta yang telah diperoleh harus diberi penjelasan yang kuat dan memedai, tidak cukup hanya diberikan deskripsi atau gambaran singkat saja, agar mudah dipahami dan member manfaat atau makna serta berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan. Semua data, fakta atau fenomena harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya menggunakan analisis yang logis, padat, cermat dan tajam. Sebagai contoh apabila ada seorang peneliti yang melakukan penelitian dengan membandingkan kemampuan suatu bakteri dalam menghidrolisis suatu senyawa pada lingkungan dengan suhu berbeda, dan didapatkan pada suhu lebih tinggi kemampuannya lebih optimal, maka tidak cukup bagi peneliti tersebut apabila hanya menampilkan suatu grafik yang menunjukan bahwa pada suhu tinggi hasil reaksi hidrolisis lebih banyak. Sebagai penelitian yang harus memenuhi criteria metode ilmiah, maka peneliti tersebut harus menganalisis fenomena tersebut dengan tajam.

4. Terdapat hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang akan diteliti. Dengan adanya hipotesis ini peneliti dituntut dalam proses berpikir secara analisis. Semua yang akan dilakukan menggunakan tuntuunan hipotesis tersebut. Tidak berarti dan tidak selalu bahwa hipotesis selalu benar dan sesuai dengan data fakta di akhir penelitian nanntinya. Namun justru dengan itulah peneliti mempunyai panduan agar sampai kea rah sasaran dan tujuan yang tepat.

5. Objektif

Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif. Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan tidak berdasarkan perasaan.

6. Menggunakan teknik kuantitatifikasi

Dalam perlakuan terhadap data yang diperoleh terutama angka-angka dari suatu harga yang mempunyai besaran tertentu harus mempergunakan ukuran-ukuran kuantitatif yang telah lazim, seperti misalnya derajat Celcius untuk ukuran atau satuan temperature. Dalam laporan atau penulisan ukuaran atau satuan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan singkatan yang telah lazim, misalnya kg untuk kilogram dan sebagainya. Ukuran-ukuran yang tidak terkuantifikasi harus dihindari, seperti misalnya, sejauh mata memandang untuk ukuran jarak dan sebagainya.

Kerangka Metode Ilmiah

Metode ilmiah diawali dengan proses deduksi, yaitu pengambilan konsep atau sesuatu yang lain berdasarkan pengalaman atau teori yang bersifat umum. Tentu saja untuk memperdalam dan mempertegas hal ini harus diperkuat dengan studi pustaka. Dari teori atau konsep dan fenomena serta keadaan yang ada itulah kemudian baru dirumuskan permasalahan apa yang akan diteliti. Perumusan atau penetapan masalah ini diperlukan agar tidak terdapat keraguan pada saat melakukan penelitian dan juga untuk membatasi sampai sejauh mana suatu penelitian akan dilakukan.

Apabila hal ini sudah dilalui, maka tahap berikutnya adalah penyusunan hipotesis yang tak lain adalah jawaban atau kesimpulan sementara tentang hubungan dan sangkut paut antar variable atau fenomena dalam suatu penelitian. Tentunya jawaban sementara ini harus mempunyai dasar atau landasan yang kuat dan logis. Pada tahapan ini juga harus ditentukan cara-cara untuk menguji hipotesis tersebut. Cara-cara ini sangat bergantung pada disiplin ilmu peneliti dan penelitian yang dilakukan.

Selanjutnya tahap yang sangat krusial adalah verifikasi atau pembuktian hipotesis itu sendiri. Pada tahap ini yang diperlukan adalah data, dan ini dapat diperoleh dari berbagai sumber dan cara teknik sesuai denganmetode yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila penelitiannya merupakan penelitian yang berbasis eksperimen, seperti yang biasa dilakukan di bidang sains dan teknik, maka data yang diperoleh tentunya adalah data-data hasil percobaan yang telah diatur metodenya. Apabila penelitian berdasarkan survey, tentunya data yang diperoleh merupakan hasil survey dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan langsung terhadap responden baik secara langsung ataupun kuisoner. Data-data yang telah terkumpul ini selanjutnya dianalisis dan diintepretasikan menggunakan cara-cara yang sesuai. Analisi dan intepretasi ini harus dengan penjelasan yang logis dan konseptual.

Setelah analisis dan tafsiran diberikan, maka selanjutnya dilakukan tahapan induksi yaitu generalisasi dari temuan-temuan yang ada, dan berikutnya disusunlah beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus ada kaitannya dengan hipotesis, artinya bahwa kesimpulan ini menjawab semua rumusan masalah dan membuktikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan benr atau harus ditolak.

Demikianlah kerangka metode ilmiah yang lazim dilakukan. Satu tahapan setelahnya yang tidak kalah penting adalah penyajian laporan ilmiah melalui berbagai jenis laporan ilmiah yang dapat dilakukan.

CONTOH KASUS

Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’ naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti daging ayam dan daging sapi.

Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg. Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).

Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp 12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg, bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang sayuran di Pasar Rebo.

Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp 85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.

Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp 2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu, daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.

Jaya, pedagang daging sapi, tak menampik menyoal kenaikan harga daging pada dua hari menjelang lebaran. Ia menganggapnya sudah lumrah dan biasa ketika menjelang lebaran. ” Ah, enggak usah kaget karena sudah biasa harga daging sapi ini selalu naik setiap mau lebaran,”pungkasnya. (dadan)
  

Analisis

Pengambilan Konsep 

Dari contoh kasus diatas kita dapat mengambil konsep “ Kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional“

Kesimpulan Sementara

Paragraf yang dijadikan kesimpulan sementara :
Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’ naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti daging ayam dan daging sapi.

Verifikasi atau pembuktian hipotesis

Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg. Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).
Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp 12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg, bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang sayuran di Pasar Rebo.

Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp 85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.
Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp 2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu, daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.

Kesimpulan

Menjelang lebaran sudah menjadi hal yang biasa apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok, meningat tingginya permintaan, jadi sebagian pedagang dan pembeli tidak terlalu kaget.



sumber : fachryaje.blogspot.com
               poskotanews.com