TUGAS 2 ( Analisis Kasus & Metode ilmiah)
METODE ILMIAH
Metode Ilmiah adalah proses kegiatan ilmiah
(pengumpulan dan penyusunan bahan tulisan) ini meliputi :
a. Studi kepustakaan Untuk membuat karya ilmiah,
langkah awal yang harus dilakukan adalah studi kepustakaan. Namun, sebelum
melakukan studi pustaka, kita menentukan topik apa yang kira-kira akan kita
teliti. Kita bisa mencari berbagai sumber bacaan dari buku-buku maupun
jurnal-jurnal yang ada. Sesudah menemukan berbagai pustaka yang sesuai dengan
topik yang akan diteliti, kita mulai merangkum inti tulisan (annotated bibliography)
dari tiap kepustakaan. Dalam membuat anotasi pustaka, sebaiknya data-datanya
ditulis lengkap : – Nama pengarang, tahun terbit, judul tulisan/buku, nama
penerbit, kota penerbit, edisi keberapa. Bila ada kutipan, diambil dari halaman
berapa. – (untuk jurnal) nama pengarang, tahun terbit, judul karangan, nama
jurnal, nomor, volume, dan nomor halaman harus disebutkan secara lengkap dan
benar.
b Perumusan ide/ permasalahan, yang merupakan
bagian dari pengantar Perumusan masakah yang baik harus diberi konteks sebelum
masalah dipaparkan dan alasan penelitian dikemukakan. Yang dimaksud konteks
disini adalah penggambaran latar belakang sampai timbulnya permasalahan.
Perumusan permasalahan memuat alasan mengapa penelitian perlu dilakukan, dan
biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan.
c. Perumusan hipotesis Hipotesis dirumuskan
berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan hasil penelitian yang
diharapkan. Menurut (Loeke, Spirduso,dan Silverman, 1987; dalam Rudestam &
Newton, 1992), hipotesis yang baik harus : o Bebas dari kedwiartian (arti
ganda) o Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih o Berimplikasi
tes empirik
d. Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis
statistik Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dibuat dalam
proposal/ usulan penelitian. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki,
menambah, dan mengurangi variabel yang akan dikumpulkan selama penelitian.
Sebaiknya perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dilakukan
dengan membuat tabel-tabel. Hal ini akan membantu format pengumpulan data dan
pemasukan data ke komputer sebagai data base yang akan diolah lebih lanjut
Sumber : Ronny Kountur, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis;
PPM Jakarta. LAPORAN ILMIAH Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui
tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah
disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim
& Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung
kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan
dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
1.1. Masalah yang dibahas dalam tulisan ilmiah
dapat berupa : a. Hasil penelitian. b. Hasil pengamatn. c. Pengalaman nyata. d.
Hasil pemikiran.
1.2. Jenis Laporan Ilmiah.
a. Laporan Lengkap (Monograf). Menjelaskan
proses penelitian secara menyeluruh. Teknik penyajian sesuai dengan aturan
(kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan
hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan
(juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai. Organisasi
laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan
seterusnya,haruslah padat dan jelas).
b. Artikel Ilmiah. Artikel ilmiah biasanya
merupakan perasan dari laporan lengkap. Isi artikel ilmiah harus difokuskan
kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan
pemantapan informasi tentang materi- materi yang terdapat dalam laporan
lengkap.
c. Laporan Ringkas (Summary Report). Laporan
ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang
lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi
masyarakat umum).
1.3. Sistematika Laporan Ilmiah.
a. Judul.
b. Daftar Isi.
c. Prakata.
d. Pendahuluan.
e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
f. Pengutipan.
g. Referensi.
h. Catatan Kaki.
i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.
j. Bibliografi.
k. Lampiran.
l. Indeks.
Sumber : Bahasa Indonesia yang Lugas dalam Lapisan Teknis, karangan : E.
Zaenal Arifin, penerbit : Akademika Presindo Jakarta
RANCANGAN USULAN PENELITIAN
Cara paling mudah untuk menjelaskan metodologi
adalah berdasarkan kronologi penelitian. Akan tetapi teknologi belum tentu
harus diikuti, terutama bila ada metode yang berhubungan yang harus dijelaskan
bersama-sama (Day, 1979). Yang perlu diingat, apapun metodologi penelitian yang
kita pakai, harus kita paparkan. Dalam menjelaskan metodologi penelitian, kita
harus memperhatikan reliabilitas dan validitas. Reliabilitas adalah kemampuan
mengukur untuk mendapatkan hasil-hasil yang konsisten. Sedangkan validitas
menunjukkan bahwa ukuran pada dasarnya mengukur apa yang pokok-pokok untuk
diukur (Rudestam & Newton, 1992).
UNSUR POKOK
RANCANGAN USULAN PENELITIAN
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi
sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1. Bagian Awal
a. Judul penelitian yang direncanakan akan
dilakukan.
b. Identitas penyusun rancangan.
c. Tanggal pengajuan rancangan ke Program
Pascasarjana.
• Bagian Utama Bagian utama meliputi :
a. Rasional dari judul yang dipilih.
b. Perumusan masalah, telaah pustaka dan
penelitian terdahulu.
c. Tujuan dan kegunaan penelitian. d. Kerangka
pemikiran teoritis.
e. Rancangan hipotesis, jika dipakai.
f. Metode penelitian.
g. Hasil yang diharapkan dan masalah yang
diantisipasi.
h. Jadwal penelitian.
2. Bagian Akhir
a. Daftar pustaka sementara.
b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.
ISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN
A. Bagian Awal
1. Judul Judul rancangan usulan penelitian
diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan
dengan tepat masalah yang hendak diteliti.
Di bawah judul ditulis kalimat : Rancangan
Usulan Penelitian Untuk Disertasi
2. Identitas Penulis Nama : hanya huruf-huruf
pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
3. Tanggal Pengajuan, ditulis :
• Bagian Utama
1. Perumusan Masalah Dalam rancangan usulan
penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan
lebih penting dari unsur-unsur pokok lain. Didalam perumusan masalah inilah
akan terlihat kesiapan akademik penyusunan rancangan usulan penelitian itu.
Unsur pokok perumusan masalah ini
sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Penjelasan mengenai mengapa masalah yang
dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang
menarik, penting dan perlu diteliti.
b. Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum
ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
c. Letak masalah yang akan diteliti itu dalam
konteks permasalahan yang lebih besar. 2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Dalam
fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik
tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan
kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.
3. Kerangka Pemikiran Teoritis Fasal kerangka
pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah
pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan
dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.
4. Hipotesis Hipotesis, jika ada, hendaklah
dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif)
tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.
5. Metode Penelitian Pasal metode penelitian
memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk
meneliti.
b. Penjelasan tentang populasi serta rancangan
teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c. Metode pengumpulan data dan alat pengambil
data yang akan digunakan.
d. Bahan-bahan yang akan dipakai, kalau ada.
e. Alat-alat perlengkapan yang akan dipakai,
kalau ada.
f. Teknik atau model analisis yang akan dipakai.
g. Rancangan aturan-aturan untuk menerima atau
menolak hipotesis.
6. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian dibuat
secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya.
Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai
berikut :
a. Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan.
b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan
dalam satuan bulan. c. Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing. Bagian Akhir
1. Daftar Pustaka Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah
dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama
penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang
dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan
penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti
disebutkan dibawah ini :
a. Untuk buku :
1. Nama penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul buku
4. Nama penerbit
5. Tempat penerbitan.
b. Untuk jurnal :
1. Nama penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul tulisan
4. Nama jurnal
5. Jilid ( dan nomor )
6. Halaman.
c. Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan
pedoman yang lazim.
d. Cara menulis pustaka dan artikel sesuai
ketentuan yang berlaku.
2. Daftar Riwayat Hidup Daftar riwayat hidup
(bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat
hal-hal sebagai berikut :
a. Nama lengkap dan derajat akademik
b. Tempat dan tanggal lahir
c. Pangkat dan jabatan
d. Riwayat pendidikan tinggi e. Karya ilmiah
f. Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan g.
Penghargaan ilmiah, bila ada.
Dalam penulisan kali ini saya akan membahas
tentang bagaimanakah proses penulisan metode ilmiah itu, dan mencoba
mengaitkannya dengan contoh kasus yang ada.
Pengertian
Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan
berdasarkan bukti fisisnyang ada dan sangat jelas. Cara untuk memperoleh pengetahuan
atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh
pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan
seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban
dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan
fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah
sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa
metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,
pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini
pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang
dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh,
bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.
Kriteria Metode Ilmiah
1. Berdasarkan Fakta
Semua keterangan dan penjelasan yang ingin diperoleh dalam penelitian untuk
keperluan analisis haruslah berdasarkan data-data di lapangan yang orisinil
atau asli serta fakta-fakta yang nyata. Tidak diperkenankan sama sekali
keterangan dan penjelasan yang didapat adalah berdasarkan perkiraan, mitos,
kemungkinan-kemungkinan dan sebagainya. Bila hal ini dilakukan maka hasilnya
tentunya bukan lagi sebuah kebenaran ilmiah, dan tentu saja cara yang seperti
ini juga bukan merupakan suatu cara yang dapat disebut dengan metode ilmiah.
2. Tidak ada prasangka
Cara yang ditempuh untuk mencari kebenaran atau pengetahuan harus bersifat
bebas dari adanya prasangka di dalamnya. Semua pertimbangan harus dilakukan
dengan pikiran jernih tanpa ada pertimbangan yang subyektif. Pembuktian dan
pengambilan kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan penjelasan atau bukti
yang nyata dan objektif. Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya, menunjukan
bahwa ada ketidak sesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil
haruslah merujuk kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak
disukai oleh pihak pemberi dana.
3. Terdapat analisis
Semua data dan fakta yang telah diperoleh harus diberi penjelasan yang kuat dan
memedai, tidak cukup hanya diberikan deskripsi atau gambaran singkat saja, agar
mudah dipahami dan member manfaat atau makna serta berkontribusi terhadap
pengembangan pengetahuan. Semua data, fakta atau fenomena harus dicari
sebab-musabab serta pemecahannya menggunakan analisis yang logis, padat, cermat
dan tajam. Sebagai contoh apabila ada seorang peneliti yang melakukan
penelitian dengan membandingkan kemampuan suatu bakteri dalam menghidrolisis
suatu senyawa pada lingkungan dengan suhu berbeda, dan didapatkan pada suhu
lebih tinggi kemampuannya lebih optimal, maka tidak cukup bagi peneliti
tersebut apabila hanya menampilkan suatu grafik yang menunjukan bahwa pada suhu
tinggi hasil reaksi hidrolisis lebih banyak. Sebagai penelitian yang harus
memenuhi criteria metode ilmiah, maka peneliti tersebut harus menganalisis
fenomena tersebut dengan tajam.
4. Terdapat hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang akan diteliti.
Dengan adanya hipotesis ini peneliti dituntut dalam proses berpikir secara
analisis. Semua yang akan dilakukan menggunakan tuntuunan hipotesis tersebut.
Tidak berarti dan tidak selalu bahwa hipotesis selalu benar dan sesuai dengan
data fakta di akhir penelitian nanntinya. Namun justru dengan itulah peneliti
mempunyai panduan agar sampai kea rah sasaran dan tujuan yang tepat.
5. Objektif
Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua
data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif.
Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan
tidak berdasarkan perasaan.
6. Menggunakan teknik kuantitatifikasi
Dalam perlakuan terhadap data yang diperoleh terutama angka-angka dari suatu
harga yang mempunyai besaran tertentu harus mempergunakan ukuran-ukuran
kuantitatif yang telah lazim, seperti misalnya derajat Celcius untuk ukuran
atau satuan temperature. Dalam laporan atau penulisan ukuaran atau satuan
tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan singkatan yang telah lazim,
misalnya kg untuk kilogram dan sebagainya. Ukuran-ukuran yang tidak
terkuantifikasi harus dihindari, seperti misalnya, sejauh mata memandang untuk
ukuran jarak dan sebagainya.
Kerangka Metode Ilmiah
Metode ilmiah diawali dengan proses deduksi, yaitu
pengambilan konsep atau sesuatu yang lain berdasarkan pengalaman atau teori
yang bersifat umum. Tentu saja untuk memperdalam dan mempertegas hal ini harus
diperkuat dengan studi pustaka. Dari teori atau konsep dan fenomena serta
keadaan yang ada itulah kemudian baru dirumuskan permasalahan apa yang akan
diteliti. Perumusan atau penetapan masalah ini diperlukan agar tidak terdapat
keraguan pada saat melakukan penelitian dan juga untuk membatasi sampai sejauh
mana suatu penelitian akan dilakukan.
Apabila hal ini sudah dilalui, maka tahap berikutnya adalah penyusunan
hipotesis yang tak lain adalah jawaban atau kesimpulan sementara tentang
hubungan dan sangkut paut antar variable atau fenomena dalam suatu penelitian.
Tentunya jawaban sementara ini harus mempunyai dasar atau landasan yang kuat
dan logis. Pada tahapan ini juga harus ditentukan cara-cara untuk menguji
hipotesis tersebut. Cara-cara ini sangat bergantung pada disiplin ilmu peneliti
dan penelitian yang dilakukan.
Selanjutnya tahap yang sangat krusial adalah verifikasi atau pembuktian
hipotesis itu sendiri. Pada tahap ini yang diperlukan adalah data, dan ini
dapat diperoleh dari berbagai sumber dan cara teknik sesuai denganmetode yang
telah ditetapkan sebelumnya. Apabila penelitiannya merupakan penelitian yang
berbasis eksperimen, seperti yang biasa dilakukan di bidang sains dan teknik,
maka data yang diperoleh tentunya adalah data-data hasil percobaan yang telah
diatur metodenya. Apabila penelitian berdasarkan survey, tentunya data yang
diperoleh merupakan hasil survey dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dilakukan langsung terhadap responden baik secara langsung ataupun kuisoner.
Data-data yang telah terkumpul ini selanjutnya dianalisis dan diintepretasikan
menggunakan cara-cara yang sesuai. Analisi dan intepretasi ini harus dengan
penjelasan yang logis dan konseptual.
Setelah analisis dan tafsiran diberikan, maka selanjutnya dilakukan tahapan
induksi yaitu generalisasi dari temuan-temuan yang ada, dan berikutnya
disusunlah beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus ada
kaitannya dengan hipotesis, artinya bahwa kesimpulan ini menjawab semua rumusan
masalah dan membuktikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan benr atau harus
ditolak.
Demikianlah kerangka metode ilmiah yang lazim dilakukan. Satu tahapan
setelahnya yang tidak kalah penting adalah penyajian laporan ilmiah melalui
berbagai jenis laporan ilmiah yang dapat dilakukan.
CONTOH KASUS
Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang
dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’
naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti
daging ayam dan daging sapi.
Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg.
Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya
permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng
kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik
karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak
asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).
Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai
rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp
12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg,
bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini
harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang
sayuran di Pasar Rebo.
Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah
daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp
85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.
Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp
2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga
daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik
hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu,
daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.
Jaya, pedagang daging sapi, tak menampik menyoal
kenaikan harga daging pada dua hari menjelang lebaran. Ia menganggapnya sudah
lumrah dan biasa ketika menjelang lebaran. ” Ah, enggak usah kaget karena sudah
biasa harga daging sapi ini selalu naik setiap mau lebaran,”pungkasnya. (dadan)
Analisis
Pengambilan Konsep
Dari contoh kasus diatas kita dapat mengambil konsep “
Kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional“
Kesimpulan Sementara
Paragraf yang dijadikan kesimpulan sementara :
Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang
dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’
naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti
daging ayam dan daging sapi.
Verifikasi atau pembuktian hipotesis
Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg.
Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya
permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng
kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik
karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak
asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).
Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai
rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp
12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg,
bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini
harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang
sayuran di Pasar Rebo.
Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah
daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp
85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.
Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp
2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga
daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik
hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu,
daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.
Kesimpulan
Menjelang lebaran sudah menjadi hal yang biasa apabila
terjadi kenaikan harga bahan pokok, meningat tingginya permintaan, jadi
sebagian pedagang dan pembeli tidak terlalu kaget.
sumber : fachryaje.blogspot.com
poskotanews.com